Kamis, 15 September 2011

makalah angina pektoris

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar  Belakang
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan kelompok penyakit jantung yang terutama disebabkan penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis atau spasme koroner, atau kombinasi dari keduanya. Secara statistik, angka kejadian penyakit jantung koroner di dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara berkembang maupun negara maju. Di Amerika misalnya, sekitar 500.000 orang meninggal akibat penyakit ini tiap tahunnya. Di Eropa, 40.000 dari 1 juta orang juga menderita penyakit jantung koroner.(http//google.co.id)
Di Indonesia, penyebab kematian mulai bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit kardiovaskular. Secara keseluruhan, jumlah kematian akibat PJK di seluruh dunia adalah sekitar 15 juta per tahun atau 30% dari seluruh kematian dengan berbagai sebab.Manifestasi klinik PJK yang klasik adalah angina pektoris.
Angina pektoris ialah suatu sindroma klinis di mana didapatkan sakit dada yang timbul pada waktu melakukan aktivitas karena adanya iskemik miokard. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi > 70% penyempitan arteri koronaria. Angina pektoris dapat muncul sebagai angina pektoris stabil (APS, stable angina), dan keadaan ini bisa berkembang menjadi lebih berat dan menimbulkan sindroma koroner akut (SKA) atau yang dikenal sebagai serangan jantung mendadak (heart attack) dan bisa menyebabkan kematian. (American Heart Association (AHA))
Mengingat tingginya angka kematian akibat PJK, maka kami sebagai mahasiswa/i pembuat makalah ini akan menjelaskan lebih banyak lagi mengenai Angina Pektoris ini.

B.  Ruang Lingkup
Karena  keterbatasan pada diri penyusun dan luasnya materi tentang Gangguan sirmulasi koroner, maka dalam penyusunan makalah  ini, penyusun  membatasi pada pembahasan tentang gangguan sirkulasi koroner khususnya tentang angina pektoris.



C.  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan  umum penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang penyakit jantung koroner yaitu angina pektoris.
Tujuan khusus dari makalah ini adalah:
1.    Agar  mahasiswa/i dapat mengetahui gejala dari angina pektoris.
2.    Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui faktor penyebab dan faktor pencetus.
3.    Agar mahasiswa/i memahami bagaimana mebuat asuhan keperawatan pada pasien dengan angina pektoris.

D.  Metode Penulisan
Makalah seminar kelompok kami ini disusun berdasarkan strudi literatul yang saling berkaitan yang  saling berkaitan dan saling mendukung antara satu dengan yang lain.

E.   Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini terdiri atas tiga bab, yaitu:
BAB I  : Pendahuluan.
Meliputi Latar belakang,Tujuan penulisan,Ruang lingkup,Metode penulisan,Sistematika penulisan.
BAB II   : Konsep Dasar.
Yang meliputi Anatomi Fisiologi Jantung,Konsep Angina Pektoris.
BAB III : Asuhan Keperawatan.
Yang meliputi :Pengkajian,Faktor Pencetus Serangan,Gambaran Klinis,Tipe Serangan,,Diagnosa Keperawatan,Perencanaan dan Pelaksanaan.
BAB IV : Penutup.
Yang meliputi ;Kesimpulan dan Saran
DAFTAR PUSTAKA





BAB II
LANDASAN TEORITIS

A.  Anatomi Fisiologi Jantung
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otat. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot sarat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita.

1.  Bentuk Jantung
Bentuk jantung menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpil (pangkal jantung)  dan disebut juga basis kordis. Disebelah bawah agak runcing yang disebut apeks kordis.

2.  Letak
Didalam rongga dada sebelah depan (kavum mediastrium anterior), sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada, diatas diagfragma dan pangkalnya terdapat dibelakang kiri antara kota V dan VI dua jari dibawah papila mamae pada tempet ini teraba adanya pukulan jantung disebut iktus kordis.

       3.  Ukuran
Ukuran jantung + sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kira – kira 250 – 300 gr.





4.  Lapisan
Adapun lapisan jantung terdiri atas :
a.  Endokardium
Endokardium  merupakan lapisan jantung yang terdapat disebelah dalam sekali yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung.
b.  Miokardium
Miokardium merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot – otot jantung, otot jantung ini membentuk bundalan – bundalan otot yaitu :
1)  Bundalan otot atria, yang terdapat dibagian kiri / kanan dan basis kordis yang membentuk serambim / aurikula kordis.
2)  Bundalan otot ventrikuler, yang membentuk bilik jantung yang dimulai dari cincin atrio ventrikuler sampai diapik jantung.
3)  Bundaran otot atrio ventrikuler, yaitu merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik jantung.
c.  Perikardium
Perikardium merupakan lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus, terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan viseral yaitu bertemu dipangkal jantung membentuk kantung jantung. Antara dua lapisan jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin untuk menjaga agar pergeseran antara perikardium pleura tidak menimbulkan gangguan terhadap jantung. Jantung di persyarafi oleh nervus simpatikus / nervus akselerantis, untuk menggiatkan kerja jantung dan nervus para simpatikus, khususnya cabang dari nervus vagus yang bekerja memperlambat kerja jantung.

5.  Pergerakan Jantung
Jantung dapat bergerak yaitu mengembang dan menguncup disebabkan karena adanya rangsangan yang berasal dari susunan syaraf otonom. Rangsangan ini diterima oleh jantung pada simpul syaraf yang terdapat pada atrium dekstra dekat masuknya vena kava yang disebut nodus sino atrial ( sinus knop simpul keith flak). Dari sisi rangsangan akan diteruskan kedinding atrium dan juga kebagian septum kordis oleh nodus atrio ventrikular atau simpul tawaran melalui berkas wenkebach.
Dari simpul tewara rangsangan akan melalui bundel atrio ventrikuler (berkas his) dan pada bagian cincin yaitu terdapat antar atrium dan ventrikel yang disebut anulas fibrosus, rangsangan akan terhenti kira – kira 1/10 detik.
Seterusnya rangsangan tersebut akan diteruskan kabgian apeks kordis dan melalui berkas purkinya di sebarkan ke seluruh dinding ventrikel dengan demikian jantung berkontrksi.
Dalam berkerja jantung mempunyai tiga periode :
a.    Periode konstriksi (periode distol).  Suatu keadaan dimana jantung bagian ventrikel dalam keadaan mengatup. Katup bikus dan trukuspidalis dalam keadaan tertutup valvula seminularis aorta dan valvula semilunaris arteri pulmonalis terbuka, sehingga darah dari ventrikel dekstra mengalir ke arteri pulmonalis masuk keparu – paru kiri dan kanan, sedangkan darah dari ventrikel sinistra mengalir keaortra kemudian diedarkan keseluruh tubuh.
b.    Periode dilatasi (periode diastol). Suatu keadaan dimana jantung mengambang. Katup bikus dan triskupidalis terbuka, sehingga darah dari atrium sinistra masuk ventrikel sinistra dan darah dari atrium dekstra masuk ke ventrikel dekstra. Selanjutnya darah yang ada paru – paru kiri dan kanan melalui vena pulmonalis masuk keatrium sinistra dan darah dari seluruh tubuh melalui vena kava masuk keatrium dekstra.
c.    Periode istirahat. Yaitu waktu antara periode konstriksi dan dilatasi dimana jantung berhenti kira – kira 1/10 detik. Pada waktu beristirahat jantung akan menguncup sebanyak 70 – 80 kali / menit. Pada tiap – tiap kontraksi jantung akan memindahkkan darah ke aorta sebanyak 60 – 70 cc.

Kalau kita bekerja maka jantung  akan lebih cepat bekontraksi sehingga darah lebih banyak dialirkan keseluruhan tubuh.Kerja jantung dapat diketahui dengan jalan meemeriksa perjalan darah dalam arteri, oleh karen dinding arteri akan mengembangkan jika ke dalamnya mengalir gelombang darah. Gelombang darah ini menimbulkan denyutnya pada arteri. Sesui dengan kuncupnya jantung yang disebut dennyut nadi atau pulse. Baik buruknya dan teratur tidaknya denyut nadi tergantung dari kembang kempisnya jantung.



6.  Siklus Jantung
Pembuluh darah pada pereedaran darah kecil, terdiri atas :
a.  Arteri pulmonalis, merupakan pembuluh darah yang keluar dari ventrikel dekstra menuju keparu – paru,. Mempunyai dua cabang yaitu dekstra dan sinestra untuk paru – paru kanan dan kiri yang banyak mengandung CO2 di dalam darahnya.
b.  Vena pulmonalis, merupakan vena pendek yang membawa darah dari paru – paru masuk ke jantung bagian atrium sinistra. Di dalam berisi dalam yang banyak mengandung O2.
Pembuluh darah pada peredaran darah besar, yaitu ; aorta, merupaka pembuluh darah arteri yang besar yang kelurdari jantung bagian vantrikel sinistra melalui aorta asendens lalu membelok ke belakang melalui radiks pulmonolis sinistra, turun sepanjang kolumna vertebralis menembus diafragma lalu menurun ke bagian perut.
Jalannya arteri terbagi atas tiga bagian ;
a.  Aorta asendens, aorta yang naik ke atas dengan panjangnya + 5 cm, cabangnya arteri koronaria masuk ke jantung.
b.  Arkus aurta, yaitu bagian aorta yang melengkung arah kekiri, di depan trakea sedikit ke bawah sampai vena torakalis IV. Cabang – cabangnya : Arteri brakia sefalika atau arteri anomina, Arteri subklavia sinistra dan arteri karotis komunis sinistra.
c.  Aorta desendens, bagian aorta yang menurun mulai dari vertebra torakalis IV sampai vetebra lumbalis IV.

7.  Bunyi Jantung
Bunyi jantung terdengar dua macam suara yaitu bunyi ritma disebabkan menutupnya katup atrio ventrikel dan bunyi kedua karana menutupnya katup aorta dan arteri pulmonar setelah kontraksi dari ventrikel. Bunyi pertama panjang yang kedua pendek dan tajam.





8.  Daya Pompa Jantung
Dalam keadaan istirahat jantung beredar 70 kali/menit. Pada waktu banyak pergerakan, kecepatan jantung dicapai 150 kali/menit dengan daya pompa 20 – 25 liter/menit. Setiap menit sejumlah volume darah yang tepat sama sekalidialirkan dari vena ke jantung, apabila pengambalian dari vena tidak seimbang dan vantrikel gagal mengimbanginya dengan daya pompa jantung jadi membengkak berisidarah sehingga tekanan dalam vena naik dan dalam jangka waktu lama bisa menjadi edema.

9.  Katup – katup Pada Jantung
Didalam jantung terdapat katup yang sangat penting  artinya dalam susunan peredaran darah dan pergerakan jantung manusia.
a.  Valvula trikusvidalis, terdapat antara atrium dikstra dengan ventrikel dekstra yang terdiri dari 3 katup.
b.  Valvula bikuspidalis, terletak antara atrium sinistra dengan vantrikel sinistra yang terdiri dari 2 katup.
c.  Valvula semilunaris arteri pulmanalis, terletak antara ventrikel dekstra dengan arteri polmunalis dimana darah mengalir menuju keparu – paru.
e.  Valvula semilunaris aorta, terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta dimana darah mengalir menuju keseluruh tubuh.







B.   Konsep Angina Pektoris
1. konsep dasar
Angina Pectoris ini ditemukan oleh Herbeden pada tahun 1772. Dia menemukan suatu sindroma gangguan pada dada berupa perasaan nyeri, terlebih saat sedang berjalan, mendaki, sebelum atau sesudah makan. Nyeri ini sebenarnya tidak hanya karena kelainan organ didalam thorax, akan tetapi juga dari otot, syaraf, tulang, dan faktor psikis.
Angina Pectoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan di dada depan.(Brunner & Suddarth, 2005).
Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996 ).












2.   Tipe Serangan
a. Angina Pektoris Stabil
1)   Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen niokard.
2)   Nyeri segera hilang dengan istirahat atau penghentian aktifitas.
3)   Durasi nyeri 3 – 15 menit.

b. Angina Pektoris Tidak Stabil
1)   Sifat, tempat dan penyebaran nyeri dada dapat mirip dengan angina pektoris stabil.
2)   Adurasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
3)   Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
4)   Kurang responsif terhadap nitrat.
5)   Lebih sering ditemukan depresisegmen ST.
6)   Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.

c. Angina Prinzmental (Angina Varian).
1)   Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari.
2)   Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh koroneraterosklerotik.
3)   EKG menunjukkan elevaasi segmen ST.
4)   Cenderung berkembang menjadi infaark miokard akut.

3.  Etiologi
Etiologi dari penyakit gangguangan sistem kardiovaskuler berhubungan dengan gangguan sirkulasi koroner ataupun angina pektoris ini adalah ;
a.    Ateriosklerosis,merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri.          
b.    Spasme arteri koroner
c.   Anemia berat,Artritis dan Aorta Insufisiensi
4.    Patofisiologi
Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidak adekuatan suplay oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekakuan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner). Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggung jawab atas perkembangan ateriosklerosis. Ateriosklerosis merupakan penyakir arteri koroner yang paling sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung. Namun apabila arteri koroner mengalami kekakuan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.
Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid0 yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri.


Apabila kebutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat.Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.

5.    Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis angina pektoris, maka pengetahuan riwayat penyakit sangat penting karena keluhan sakit dada pada penderita angina pektoris mempunyai ciri khas sebagai berikut :
a.    Letaknya
Seringkali sakit dada terletak di daerah sternal atau substernal atau sebelah kiri dan menjalar ke sebelah kiri. Kadang kadang dapat pula menjalar ke punggung,rahang,leher,atau ke lengan kanan. Sakit dada dapat juga timbul di tempat lain,yaitu mulai dari daerah epigastrium sampai ke leher,gigi dan bahu.
b.    Kualitas sakit dada pada angina
Pada angina,sakit dada biasanya seperti ditekan benda berat (pressure like), atau seperti dijepit (squeezing) atau terasa panas (burning), kadang-kadang hanya berupa perasaan tidak enak di dada (chest discomfort) karena pasien tidak dapat menjelaskan sakit dada tersebut dengan baik.
c.    Hubungan dengan aktivitas
Sakit dada pada angina pektoris biasanya timbul pada waktu melakukan aktivitas, misalnya jalan cepat, tergesa-gesa, atau jalan mendaki atau menaiki tangga. Sakit dada tersebut akan segera menghilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. Pada pasien yang menderita angina pektoris yang berat, maka dapat timbul sakit pada aktivitas yang minimal seperti mandi,makan kenyang,emosi. Serangan angina pektoris dapat timbul pada waktu istirahat atau pada waktu tidur malam.
d.    Lamanya serangan
Serangan sakit dada biasanya berlansung 1-5menit, walaupun perasaan tidak enak di dada masih dapat terasa setelah sakit dada hilang.




BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
GANGGUAN SIRKULASI KORONER
(ANGINA PEKTORIS)

A.     Pengkajian
Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik memegang peranan penting untuk mengidentifikasi  masalah-masalah perawatan baik aktual maupun potensial. Karena angina pektoris dapat mengancam kehidupan, maka penting untuk mendeteksi adanya tanda-tanda kekurangan oksigen dan membedakan dengan tanda-tanda sumbatan pemanen pada myocardial infark atau dengan masalah kesehatan lainnya yang kurang serius.
Pengkajian dasar menurut Doenges (2000) pada klien dengan Angina Pektoris adalah :
1.    Data biografi meliputi nama klien, umur,jenis kelamin,agama ,suku, pendidikan,status perkawinan, alamat, tanggal masuk rumah sakit, nomor registrasi medik, ruangan dan diagnosa medis.
2.    Riwayat kesehatan yang lalu berupa penyakit dahulu yang berhubungan dengan keluhan sekarang.
3.    Riwayat keluhan sekarang meliputi kapan keluhan itu timbul, apakah sudah berobat dan kelihan yamg dirasakan.
4.    Data kebutuhan fisiologis dasar
a.    Aktivitas/ istirahat
Gejala: Kelemahan, kelelahan, tidak dapat tidur, pola hidup menetap, olah raga tidak teratur.
Tanda : Takikardi, dispnea pada istirahat/ aktivitas
b.    Sirkulasi
Tanda: Penyakit arteri koroner,  masalah TD dan DM.
c.    Eliminasi
Tanda :Normal atau bunyi usus menurun
d.    Makanan / cairan
Gejala : Mual, kehilangan nafsu makan nyeri ulu hati, bersendawa.
Tanda : Penurunan turgor kulit ; kulit kering/ berkeringat, muntah, perubahan BB.

e.    Neuresensori
Gejala : Pusing
Tanda : Perubahan mental dan kelemahan
f.      Nyeri/ketidaknyamanan
Gejala: Nyeri mempunyai ciri sebagai chursing substernal pain yang menjalar melalui serabut aferen menuju ganglion pada dasar leher, lengan kiri, rahang bawah, area interscapula, dan sering pada epigostrium. Sakit ini tidak sakit pada angina prenfrak atau myocardial infark, yang hanya berselang 3 sampai 5 menit dan dapat hilang dengan pemberian nitroglycerin. Nyeri  pada angina pectoris bersifat transient, yang mempunyai gejala pada penyakit pulminary atau gastrointestinal.
Kulaitas : chrusing, menyempit, berat, menetap, tertekan, seperti dapat terlihat. Intensitas : biasanya l10 pada skala 1-10; mungkin pengalaman nyeri paling buruk yang pernah dialami.
Tanda: wajah meringis, perubahan postur tubuh, menangis, merintih, meregang, menggeliat, menarik diri, kehilangan kontak mata.
g.  Pernafasan
Gejala: Dispnea dengan alat tanpa kerja, dispnea nokturnal, batuk dengan/ tanpa riwayat merokok, penyakit pernafasan kronis.
Tanda: Peningkatan frekuensi pernafasan, nafas sesak/ kuat pucat atau sianosis, bunyi nafas bersih atau krekle/ mengi, sputum bersih, merah muda kental.

Dari pengkajian fisik mungkin didapat adanya bunyi jantung tiga atau empat, Gambaran ECG mungkin normal dianjurkan adanya uji sterss untuk mengetahui efek latihan pada aktivitas myocardial dan mungkin akan didapat segmen ST mengalami depresi.








B.   Gambaran Klinis
1.  Nyeri dada substernal ataru retrosternal menjalar ke leher, tenggorokan daerah inter skapula atau lengan kiri.
2.  Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas, kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
3.  Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.
4.  Nyeri hilang (berkurang) bila istirahat atau pemberian nitrogliserin.
5.  Gejala penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin, palpitasi, dizzines.
6.  Gambaran EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
7.  Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan.


C. Diagnosa Perawatan 
Analisa data dapat mengungkapkan adanya diagnosa perawatan aktual dan potensial : gangguan rasa nyaman, takut, perubahan cardial output, ketidak kecukupan pengetahuan, tudak rela, tidak toleransi terhadap aktivitas, gangguan pola seksual, kecemasan, takut, gangguan konsep diri, ketidak mampuan merawat diri.
Dari sumber lain menyebutkan diagnosa yang mungkin muncul yaitu ;
1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemik miokard.
2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan berkurangnya curah jantung.
3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
4. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.










D.  Perencanan dan Pelaksanaan
Tujuan perawatan direncanakan bersama pasien, yang meliputi
1.    meningkatkan suplai oksigen ke myocardial
2.    mengurangi tuntutan terhadap oksigen
3.    mambantu pasien mencegah serangan angina
Pada awalnya pasien perlu di rumah sakit untuk penegakan diagnosa dan tindakan terapeutik, tetapi selanjutnya mungkin dapat mengatasi serangan nyeri dada di rumah.
1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemik miokard.
Intervensi :
a.    Kaji gambaran dan faktor-faktor yang memperburuk nyeri.
b.    Letakkan klien pada istirahat total selama episode angina (24-30 jam pertama) dengan posisi semi fowler.
c.    Observasi tanda vital tiap 5 menit setiap serangan angina.
d.    Ciptakan lingkungan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu.
e.    Berikan makanan lembut dan biarkan klien istirahat 1 jam setelah makan.
f.      Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas.
g.    Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi.
h.    Kolaborasi pengobatan.

2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kurangnya curah jantung.
Intervensi :
a.    Pertahankan tirah baring pada posisi yang nyaman.
b.   Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam pemenuhan aktifitas perawatan diri sesuai indikasi.
c.    Catat warna kulit dan kualitas nadi.
d.   Tingkatkan katifitas klien secara teratur.
e.    Pantau EKG dengan sering.





3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
Intervensi :
a.    Jelaskan semua prosedur tindakan.
b.    Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut.
c.    Dorong keluarga dan teman utnuk menganggap klien seperti sebelumnya.
d.   Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan/membatasi serangan akan datang dan meningkatkan stabilitas jantung.
e.    Kolaborasi.

4. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.
Intervensi :
a.    Tekankan perlunya mencegah serangan angina.
b.   Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina.
c.    Kaji pentingnya kontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, perubahan diet dan olah raga.
d.   Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi sendiri selama aktifitas, hindari tegangan.
e.    Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina.
f.     Dorong klien untuk mengikuti program yang telah ditentukan.













BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari Makalah yang kami sampaikan,kami dapat menarik kesimpulan bahwa penyakit jantung koroner di menifestasi oleh angina pektoris sangatlah berbahaya apabila tidak di tanggulangi. Bahwasanya angina pektoris ini merupakan perasaan nyeri pada daerah dada sebelah kiri,perasaan terbakar atau tertekan yang sangatlah mengganggu kenyamanan dalam melakukan aktivitas.Angina pektoris ini dapat berkembang lagi menjadi infark miokardia akut,yang lebih berbahaya lagi.
Maka wajar secara statistik, angka kejadian penyakit jantung koroner di dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara berkembang maupun negara maju. Di Amerika misalnya, sekitar 500.000 orang meninggal akibat penyakit ini tiap tahunnya. Di Eropa, 40.000 dari 1 juta orang juga menderita penyakit jantung koroner. Bahkan, di Indonesia, penyebab kematian mulai bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit kardiovaskular. Secara keseluruhan, jumlah kematian akibat PJK di seluruh dunia adalah sekitar 15 juta per tahun atau 30% dari seluruh kematian dengan berbagai sebab.

B.     Saran
Saran kami sebagai penyaji kepada mahasiswa/i yang sudah mendengarkan atau menyimak penjelasan kami agar dapat mengenal secara dini gejala dari angina pektoris ini. Selain itu penyaji juga menyarankan kepada pembaca agar menyampaikan informasi ini kepada masyarakat lain yang belum mengetahui. Saran penyaji kepada pembaca yang lebih penting yaitu untuk menjaga kesehatan,jauhkan diri dari kebiasaan buruk merokok,emosi,bekerja terlalu berat,berada di lingkungan terlalu panas atau terlalu dingin,dan hindari makan terlalu kenyang karena itu merupakan faktor pencetus dari terjadinya angina pektoris.


DAFTAR PUSTAKA


Brunner & Suddarth, Keperawatan Medikal Bedah,Edisi III,Penerbit Buku Kedokteran EGC,Jakarta,2002.

Charlene J.Reeves,Robin lockhart,Medical Surgical Nursing,Penerbit Salemba Medika,Jakarta,2001.

FKUI,Ilmu Penyakit Dalam,Jakarta.

Swearingen,Keperawatan Medikal Bedah,Edisi 2,Penerbit Buku Kedokteran EGC,Jakarta,2001.

 http//www.google.co.id/asuhan keperawatan angina pektoris.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar